Subscribe:

Blogroll

Rabu, 25 Juli 2012

Maskot Fauna Provinsi Sulawesi Selatan



 Burung Rangkok ( Rhyteceros cassidix )

Rangkong adalah spesies terbesar dalam suku burung Bucerotidae. Burung dewasa berukuran sangat besar, dengan panjang mencapai 160cm. Burung ini memiliki bulu berwarna hitam, dan tanduk kuning-hitam diatas paruh besar berwarna kuning. Kulit mukanya berwarna hitam dengan bulu leher berwarna kuning kecoklatan. Bulu ekor berwarna putih dengan garis hitam tebal di tengah. Tanduk burung Rangkong Papan berongga dan tidak padat. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan. Jantan dan betina dapat dibedakan dengan mudah dari matanya. Mata burung betina berwarna biru, sedangkan burung jantan bermata merah.

Maskot Fauna Provinsi Sulawesi Tenggara


 Anoa ( Bubalus depressicornis )

Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan rusa dengan berat 150-300 kg. Kedua spesies tersebut dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Sejak tahun 1960-an berada dalam status terancam punah. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya.

Maskot Fauna Provinsi Sulawesi Tengah


 Burung Maleo ( Macrocephalon maleo )

Ukuran badan burung maleo hampir sama dengan ayam, namun telurnya 6 kali berat telur ayam. Maleo meletakan telurnya di dalam tanah/pasir sedalam 30-40 cm, dan biasanya terletak berdekatan dengan sumber air panas. Dengan panas bumi inilah telur maleo menetas. Keluarnya anak maleo dari dalam tanah, larinya anak maleo ke alam bebas (umur sehari), mengintip induknya yang sedang menggali lubang; merupakan salah satu atraksi satwa yang menarik bagi para wisatawan.

Maskot Fauna Provinsi Sulawesi Utara


 Tarsius/Tangkasi ( Tarsius spectrum )

Tangkasi atau Tarsius adalah binatang nokturnal atau binatang malam. Waktu siang mereka tidur, malam-malam mereka berburu mencari makan. Oleh karena itu Tangkasi acap disebut sebagai binatang hantu. Wajahnya pun mirip hantu. Bentuk badannya kecil, mirip kera, tapi matanya besar. Saat siang, Tangkasi bersembunyi di balik dedaunan dan kerimbunan pohon. Begitu malam tiba mereka keluar dari sarangnya berburu kecoa, jangkrik, dan serangga kecil lainnnya. Matanya yang besar sangat tajam di kegelapan malam.

Maskot Fauna Provinsi Kalimantan Timur


Ikan Pesut Mahakam ( Orcaella brevirostris )

Pesut mahakam merupakan satwa yang terancam punah dan langka. Didunia, selain di Kaltim, mamalia air ini hanya ditemukan di hulu Sungai Irawadi (Myanmar) dan Sungai Mekong (Vietnam). Tahun 1975, di Sungai Mahakam masih ditemukan sekitar 1.000 ekor pesut. Namun kini, jumlah pesut menyusut menjadi 34 ekor. Jumlah pesut berkurang karena habitat mereka rusak. Selain itu, banyak pesut mati akibat terjerat jaring-jaring nelayan atau terhantam baling-baling kapal.